Demam Blackberry di Indonesia

22 12 2008

bb_bold1

Blackberry Bold

Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan cuci mata ke BEC (Bandung Electronic Center). Saya sedikit terkejut dengan banyaknya orang, mulai dari yang berpenampilan seperti eksmud sampai ibu-ibu rumah tangga(kelihatannya) yang menggenggam handset gendut berlayar lebar dengan keyboard qwerty dibawahnya. Yup, blackberry! Mulai dari blackberry tipe 8310, 8320 sampai dengan tipe yang terbaru, bold. Wah, sebegitu hip-nya kah blackberry saat ini??? Ayo kita telusuri!

Blackberry sebenarnya sudah begitu ngetopnya di Amrik sana sejak beberapa tahun yang lalu. Seperti biasa, Indonesia kan selalu update ketinggalan untuk masalah teknologi dan kroni-kroninya. Baru pada Desember 2004, Indosat menjadi pionir menggelar layanan BlackBerry di Indonesia. Setelah Indosat, menyususl Telkomsel dan XL. Awalnya para operator hanya menyediakan layanan BlackBerry bagi pelanggan kartu pasca bayar. Namun Telkomsel kemudian menggebrak pasar dengan memberikan layanan kepada pelanggan kartu prabayar pada Mei 2008. Sedangkan Indosat menyusul dengan meluncurkan layanan BlackBerry On Demand untuk pelanggan prabayarnya pada bulan Juli 2008.

Blackberry memang biasanya selalu menggandeng operator selular dalam meluncurkan produk-produknya. Pihak operator biasanya bertindak sebagai penjual layanan dan penyedia akses internet BlackBerry. Pada awalnya ketiga operator ini menawarkan layanan BlackBerry ke perusahaan-perusahaan untuk menunjang aktivitas kantor. Dari hasil gugling, saya mendapatkan gambaran tentang arsitektur Blackberry. Here it is :

iptek_2_59

Adapun cara kerjanya :

1. E-mail dikirim.

2. Pesan sampai di mail server (biasanya exchange server) dan diteruskan seperti biasa ke komputer atau laptop penerima.

3. Blackberry server (pesan di-push ke BES) memadatkan, mengenkripsi dan meneruskan pesan secara otomatis ke perangkat BlackBerry.

4. Pesan sampai ke perangkat Black Berry lewat jaringan internet atau jaringan seluler.

5. Perangkat BlackBerry menerima pesan lalu membuka kembali kompresi dan enkripsi atas e-mail tersebut dan memberitahu pengguna.

Fitur kemudahan mengakses e-mail layaknya mengakses sebuah SMS pada handset Blackberry itu sering disebut dengan Push Mail. Ya, dengan Push Mail, berkirim dan menerima e-mail akan semudah seperti mengirim pesan singkat (SMS). Inilah yang menjadi fitur utama dari handset Blackberry ini! Namun pada akhir-akhirnya fitur-fitur Blackberry pun semakin lengkap. Pemutar mp3/mp4, kamera, dan seabreg fitur-fitur multimedia lainnya ikut dijejalkan pada perangkat ini. Yak, tampaknya mereka mengikuti trend pasar PDA Phone sekarang.

Kembali lagi pada demam Blackberry di Indonesia, saya membaca dari beberapa sumber yang mengatakan bahwa sebenarnya orang-orang Indonesia itu membeli Blackberry hanya demi style, mereka yang membeli handset ini kebanyakan tidak memanfaatkan fitur-fiturnya secara maksimal. Membeli sebuah Blackberry kemudian menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena (mungkin) Blackberry dianggap sebagai brand yang cukup prestisius. Harganya yang cukup mahal(Blackberry 8320 yang berkisar Rp. 5,5 juta dan Blackberry Bold yang mencapai 8,5 juta!) – mungkin akan tidak berarti untuk orang-orang yang lebih mementingkan kepuasan batin dan tidak mempermasalahkan soal uang. Tapi kalau masalah fitur, menurut saya pribadi masih banyak handset dari vendor-vendor lainnya yang bisa menyaingi bahkan mengungguli fitur-fitur dari Blackberry.

Kalau saya, berkirim e-mail, chatting, blogging, ep-es dan ber-facebook ria sudah cukup dengan menggunakan notebook kesayanganku, dengan koneksi internet gratis dari kantor. Hehe… Jadi, apabila saya disuruh memilih ada yang mau beliin, pilihan saya akan jatuh pada HTC Touch Diamond! Anda??

[sumber : beritaindonesia.com]

Advertisements




My Most Wanted Gadget : HTC Touch Diamond

20 12 2008

htc-touch-diamond-00htc-touch-diamond-011

Gilee…

pertama kali saya melihat gadget ini, langsung jatuh hati (lebay ah! :p)

Bentuknya yang eksotis dengan diamond-cut nya, fitur-fiturnya, dan terutama interfacenya (TouchFlo 3D). Salut buat HTC, vendor asal taiwan yang sudah menciptakan gadget yang satu ini.

Harganya memang cukup lumayan. Berdasarkan hasil gugling disana-sini dan pengamatan ke beberapa tempat, harganya berkisar Rp. 6.500.000 sampai Rp. 7 jutaan. Cukup mahal memang untuk orang seperti saya. Ada yang berminat menyumbang?? hehe…

Langsung saja intip spesifikasinya.

Network : 3G/HSDPA 7.2 Mbps
Dimension : 102 x 51 x 11.5 mm
Weight : 110 g
Display : TFT touchscreen, 480 x 640 pixels, 2.8 inches, 65K colors with TouchFLO 3D finger swipe navigation, Accelerometer sensor for auto-rotate, Proximity sensor for auto turn-off, Touch-sensitive navigation controls, Handwriting recognition
Ringtones : Polyphonic (40 channels), MP3, WAV, WMA
Memory : 4 GB user available memory, 192 MB DDR SDRAM, 256 MB ROM, Qualcomm MSM7201A 528 Mhz processor
OS : Microsoft Windows Mobile 6.1 Professional
Camera : 3.15 MP, 2048×1536 pixels, autofocus, video(CIF@30fps); secondary VGA videocall camera
Others : GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps, EDGE Class 10, 236.8 kbps, Wi-Fi 802.11 b/g, Bluetooth v2.0 with A2DP, slot miniUSB, SMS, MMS, Email, Instant Messaging, Built-in GPS with A-GPS, Stereo FM radio with RDS, Pocket Office (Word, Excel, PowerPoint, OneNote, PDF viewer), Java MIDP 2.0, Voice memo, MP3 player, Motion-based games, Built-in handsfree

Battery : Standard battery, Li-Ion 900 mAh, Stand by up to 285 h, Talk Time Up to 5 h 30 min.

(sumber : gsmarena.com)

Setelah melihat spesifikasi diatas, bagi saya pribadi hanya satu yang menjadi kekurangan handset ini, yaitu kapasitas baterai yang termasuk kecil untuk ukuran PDA phone (hanya 900 mAh). Jika dibandingkan dengan HTC Touch Cruise yang sudah mengusung baterai berkapasitas 1350 mAh, atau handset-handset lainnya yang rata-rata mengusung baterai berkapasitas besar, mengingat fitur-fiturnya yang boros energi rasanya tidak berlebihan apabila saya memberi sedikit kritikan pada pihak HTC untuk meningkatkan kapasitas baterai dari handset ini. But, HTC rocks!